Kintakun-collection.co.id – Waspadai Kanker Sel yang Hanya Pura-pura Mati. Sel kanker juga juga bisa berlindung dari antibodi tubuh, salah satunya dengan berpura-pura mati sehingga tak terdeteksi.
kanker sel Berita_wanita_Kintakun_collection | Waspadai Kanker Sel yang Hanya Pura-pura Mati
 (Foto: Stylishwife.com)

Tak sedikit orang yang dinyatakan bebas dari kanker namun kembali terkena kanker tersebut. Mengapa demikian?

“Pada dasarnya sel kanker tidak bisa dideteksi secara keseluruhan, meskipun saat pengobatan sudah dinyatakan hilang,” ujar Prof. Dr. dr. Andrijono, SpOG (K) selaku ketua Himpunan Onkologi Ginekologi Indonesia (HOGI) dalam temu media, Selasa (11/4/2017).

Pada pengobatan kemoterapi, tidak semua sel kanker bisa mati, dan sekitar 10 persen diantaranya yang masih hidup bisa mati karena daya tahan tubuh penderita kanker. Namun, bila daya tahan lemah, maka sel kanker bisa tumbuh lagi dalam kurun waktu yang tak pasti, dari bulan hingga tahun.

kanker sel Berita_wanita_Kintakun_collection | Waspadai Kanker Sel yang Hanya Pura-pura Mati

(Baca juga: Vaksinasi Kanker Serviks sebagai Upaya Pencegahan Primer)

Selain itu, sel kanker juga juga bisa berlindung dari antibodi tubuh, salah satunya dengan berpura-pura mati sehingga tak terdeteksi. Selain itu, sela kanker juga bisa menyelinap dan berubah bentuk sehingga tak dikenali oleh alat pendeteksi.

“Yang paling ditakuti kalau sel kanker bisa memperbaiki diri sendiri meskipun sudah melakukan terapi dan justru menjadi resisten,” tambahnya.

Hal itu terlihat dari munculnya sel kanker setelah beberapa tahun, kemudian bisa sembuh setelah pengobatan. Tak berapa lama, sel kanker kembali muncul namun dengan kurun waktu yang lebih cepat, dimana itu berarti sel kanker sudah kebal. Biasanya, sel kanker dikatakan resisten bila muncul kembali dalam waktu kurang dari enam bulan.

Jika sudah demikian, hanya ada dua cara untuk mengatasinya, yaitu dengan terapi pilihan kedua (second line) atau terapi paliatif. Umumnya, terapi pilihan kedua membutuhkan biaya yang lebih banyak. sementara, terapi paliatif diperuntukan mengurangi keluhan dan menambah nafsu makan penderita.

 sumber : Metrotvnews.com, Jakarta