Kintakun-collection.co.id- Anemia Pengaruhi Kecerdasan Anak? Zat besi diperlukan untuk membentuk selubung sel otak (mielin) pada masa periode emas anak atau tiga tahun awal kehidupan. 
anemia Berita_wanita_Kintakun_collection | Anemia Pengaruhi Kecerdasan Anak?
(Foto: Sickle Cell Anemia News)

Tak hanya orang dewasa, anak pun bisa mengalami anemia dan mempengaruhi produktivitasnya, termasuk kecerdasan.

Anemia atau biasa disebut kurang darah terjadi karena kekurangan suplai oksigen ke jaringan dan organ tubuh atau kadar Hemoglobin (Hb) dalam darah kurang dari normal.

Gejala dari penyakit tersebut adalah 5 L (lemah, letih, lesu, lelah, dan lunglai), pucat, kurang bergairah, pusing, dan detak jantung cepat.

anemia Berita_wanita_Kintakun_collection | Anemia Pengaruhi Kecerdasan Anak?

“Pada dasarnya Hb membawa oksigen dan organ yang membutuhkan oksigen nomor satu adalah otak dan usus. Jika Hb rendah, maka oksigen yamg dibawa ke seluruh tubuh pun berkurang,” tukas dr. Pustika Amalia, SpA (K) selaku Ketua Divisi Hemati-Onkologi Anak RSCM dalam seminar kesehatan, Rabu (12/4/2017).

(Baca juga: Mengenal Anemia dan Tanda-tandanya)

Hal tersebut, lanjut dr. Lia, dapat membuat anak menjadi cepat pusing dan mengantuk. Secara otomatis, kemampuan belajar akan terpengaruh dimana akan terjadi penurunan.

Selain itu, kekurangan umumnya berkaitan dengan berkurangnya zat besi di dalam tubuh. Padahal, zat besi diperlukan untuk membentuk selubung sel otak (mielin) pada masa periode emas anak atau tiga tahun awal kehidupan. “Jika mielin tidak bisa terbentuk dengan baik, maka fungsi otak pun bisa demikian,” tambahnya.

 sumber : Metrotvnews.com, Jakarta