Kintakun-collection.co.id – Serba-serbi Camilan bagi Tubuh. Dr. Maya juga menegaskan bahwa musuh kita yang sebenarnya dalam makanan atau camilan adalah gula bukan lemak, karena tak semua lemak itu jahat. 
cemilan Berita_wanita_Kintakun_collection | Serba-serbi Camilan bagi Tubuh
(Foto: Pinterest/Heidi {Happiness is Homemade})

Apa camilan favorit Anda? Sebut saja berbagai gorengan, kerupuk, kacang, cokelat, dan masih panjang lagi daftarnya. Sejauh mana snacking atau camilan diperlukan?

“Pada prinsipnya jika pola sarapan, makan siang, serta makan malam sudah terpenuhi dengan menu yang benar, sebaiknya tidak perlu memakan camilan tambahan. Karena pada beberapa orang, buah dan sayur sudah ada pada makanan mereka saat makan,” papar Dr. med. dr. Maya Surjadjaja, MS, SpGK.

cemilan Berita_wanita_Kintakun_collection | Serba-serbi Camilan bagi Tubuh

Menurut Dr. Maya, kita harus bisa membedakan hungry (lapar) dengan craving (seperti lapar mata). “Untuk yang hungry (lapar) itu jelas, jaraknya lama. Dan biasanya kalau untuk craving (lapar mata) biasanya yang dicari juga beda tuh, seperti es krim, kacang, cokelat dan lainnya,” ujar Dr. Maya.

Ternyata ada penjelasannya mengapa kita menyukai camilan. Menurut Dr. Maya, tubuh kita banyak impuls, “Dan center dari makan yaitu dopamin itu dekat dengan center dari opioid untuk rasa enjoy (nikmat). Jadi mungkin ingin enjoy yang lainnya tapi larinya ke makan,” terang Dr. Maya.

Namun, menurut dr. Samuel Oetoro, MS, SpGK mengatakan, “Jika berat badan seseorang ideal, terutama untuk mereka yang bekerja dengan aktivitas fisik dan otak yang tinggi camilan boleh saja diasup. Itu perlu tambahan (snack/camilan). Atau pada orang yang punya problem diabetes. Manfaat camilan untuk menjaga kadar gula darah tetap stabil,” ujar dr. Samuel.

Dr. Maya menambahkan memang benar camilan dibutuhkan bagi mereka yang membutuhkan, misalnya pada orang yang sakit mag, atau gerd-asam lambung yang menaik, porsi makan kecil namun sering bisa dilakukan.

cemilan Berita_wanita_Kintakun_collection | Serba-serbi Camilan bagi Tubuh

“Camilan bisa dua sampai tiga kali, namun ya itu jangan kebablasan. Dan untuk kasus-kasus tertentu camilan memang baik. Dan mengemil sejauh bisa ter-manage dengan baik, itu fine,” papar Dr. Maya.

Dr. Maya juga menegaskan bahwa musuh kita yang sebenarnya dalam makanan atau camilan adalah gula. “Jangan ketakutan sekali dengan lemak, sampai semua lemak dihindari. Tetapi gula. Buah juga jangan terlalu banyak, walau orang sering beranggapan buah itu sehat, namun yang penting diperhatikan adalah jumlahnya. Jenis dan porsinya itu yang penting. Hindari juga camilan yang ada pengawet, pewarna, karena membuat camilan sehat sendiri di rumah itu tidak ada salahnya,” papar Dr. Maya.

sumber : Metrotvnews.com, Jakarta