Kintakun-collection.co.id – Operasi Kelopak Mata Bukan Cuma untuk Kecantikan. The American Society of Plastic Surgeons melaporkan sebanyak 15,6 juta penduduk Amerika Serikat melakukan tindakan bedah plastik pada 2014, atau naik sekitar 3% dari tahun sebelumnya. Kondisi yang sama juga terjadi di Indonesia, dari tahun ke tahun makin banyak orang yang melakukan operasi plastik.
operasi kelopak mata Berita_wanita_Kintakun_collection | Operasi Kelopak Mata Bukan Cuma untuk Kecantikan
(Foto: Beautification)

Di Rumah Sakit Khusus Bedah (RSKB) Bina Estetika, Jakarta, misalnya, jumlah pasien terus meningkat. Dari sekian banyak jenis bedah plastik, rhinoplasty (operasi hidung) merupakan yang paling banyak dilakukan, disusul blepharoplasty (operasi kelopak mata).

Dokter Spesialis Bedah Plastik RSKB Bina Estetika, Sidik Setiamihardja, mengatakan hampir semua tindakan operasi bedah plastik ditujukan untuk mempercantik penampilan. Namun, ada pula manfaat kesehatan yang dituju.

Misalnya pada blepharoplasty atau pengencangan kelopak mata.

“Adanya lipatan berlebih pada kelopak mata bagian atas karena penuaan, misalnya, tentu akan mengakibatkan penglihatan terganggu sebab lipatan kelopak mata itu menutup pandangan. Pada kasus seperti ini blepharoplasty bisa jadi solusi,” ujarnya dalam temu media membahas liposuction dan blepharoplasty di RSKB Bina Estetika, Jakarta, Kamis (6/3).

Ia menjelaskan, penuaan pada kulit yang ditandai dengan keriput juga terjadi pada kelopak mata. Berkurangnya elastisitas ditambah dengan gerakan kelopak mata yang terus-menerus untuk berkedip mengakibatkan kelopak mata menjadi kendur, ditandai dengan munculnya lipatan ekstra atau tonjolan pada kelopak mata. Ditambah lagi, lemak yang berfungsi sebagai bantalan bola mata juga dapat menyebabkan benjolan pada kelopak mata bagian atas dan bawah.

“Mata menjadi terlihat sayu hingga mengganggu penampilan karena terlihat semakin tua. Pada kondisi tertentu lipatan itu bisa menutup lapang pandang mata,” ucap Sidik.

Di Amerika Serikat, blepharoplasty sering dilakukan pada perempuan usia 35 tahun ke atas. Prosedur itu umumnya membutuhkan waktu selama 2 jam dan hanya membutuhkan anestesi lokal. Setelah operasi dilakukan, pasien dibawa ke ruang pemulihan dan diawasi untuk melihat ada atau tidaknya komplikasi.

“Pada kelopak mata bagian atas, dokter bedah plastik akan membuat sayatan sepanjang garis lipatan kelopak mata. Dokter kemudian memisahkan kulit dengan jaringan di bawahnya, dan membuang sebagian lemak, kulit, serta otot jika memang diperlukan. Penutupan bekas sayatan dilakukan menggunakan jahitan kecil dan umumnya sembuh dalam waktu 3 sampai 6 hari,” papar Sidik.

Hasil blepharoplasty, lanjutnya, bisa bertahan 5 sampai 7 tahun, dalam mempercantik tampilan mata.

Antisipasi risiko

Sidik menambahkan, meski blepharoplasty terkesan simpel, ada beberapa risiko yang mungkin terjadi setelah operasi, antara lain infeksi, mata kering, dan adanya bekas luka sayatan.

“Untuk meminimalkan risiko infeksi, setelah operasi dilakukan pasien diminta menghindari beberapa aktivitas seperti, berenang, joging, dan aerobik yang memicu keringat di area mata, dan merokok. Risiko lain juga bisa diantisipasi,” terang dokter perintis RSKB Bina Estetika itu.

Ia mengingatkan, sebelum operasi pasien harus berhati-hati dalam memilih tempat tindakan bedah plastik serta dokter yang menangani. “Pastikan dokter yang melakukan memiliki keahlian dan kompetensi di bidang tersebut. Sediakan waktu Anda dan berkonsultasilah dengan dokter agar lebih memahami tindakan yang akan dilakukan beserta risikonya,” jelasnya.

sumber : Metrotvnews.com