Kintakun-collection.co.id – Para peneliti menemukan bahwa usia, neuron, dan rangkaian otak yang mengatur aktivitas tidur perlahan-lahan menurun sehingga kenyenyakan pun mengalami hal yang sama.
tidur Berita_wanita_Kintakun_collection | Studi: Semakin Tua, Tidur Semakin Kurang Nyenyak
 (Foto: Netdoctor.com)

Sebuah penelitian menemukan bahwa orang dewasa mulai kehilangan kemampuan untuk tidur nyenyak ketika memasuki usia petengahan 30, dimana ini adalah salah satu penanda penuaan.

Penelitian tersebut juga menyebutkan bahwa kurang tidur sebagai dampaknya dapat memicu penyakit mematikan, terutama yang berhubungan dengan otak.

“Tidur akan mengalami perubahaan seiring penuaan, namun bukan berubah bersamaan penuaan namun penyebabnya,” tukas Matthew Walker selaku asisten peneliti.

tidur Berita_wanita_Kintakun_collection | Studi: Semakin Tua, Tidur Semakin Kurang Nyenyak

Ia menjelaskan, penelitian tersebut semakin menguatkan adanya hubungan antara kurang tidur dengan beberapa penyakit mematikan seperti diabetes, obesitas, Alzheimer, hingga kanker. Penyakit-penyakit tersebut memiliki risiko semakin seiring bertambahnya usia.

Para peneliti menemukan bahwa usia, neuron, dan rangkaian otak yang mengatur aktivitas tidur perlahan-lahan menurun sehingga kenyenyakan pun mengalami hal yang sama.

Namun, masih ada perdebatan yang mempertanyakan apakah orang dewasa pada dasarnya memang berkurang jam tidurnya atau mereka tak bisa mendapatkan kebutuhan tidur dengan baik.

tidur Berita_wanita_Kintakun_collection | Studi: Semakin Tua, Tidur Semakin Kurang Nyenyak

“Bukti ini mengarah pada satu sisi dimana orang tua bukannya mengalami penurunan kebutuhan tidur namun gangguan kemampuan untuk tidur sehingga kebutuhannya tak terpenuhi,” jelas Walker.

Ia menekankan, setiap individu mengalami dampak yang berbeda akibat kurang tidur.

Penelitian tersebut juga menyebutkan bahwa wanita cenderung lebih jarang mengalami gangguan tersebut dibandingkan pria.

 sumber : Metrotvnews.com