kram perut Berita_wanita_Kintakun_collection | 5 Tanda Kram Perut yang Tak Boleh Disepelekan
(Foto: Shutterstock)

Kintakun-Collection.co.id- Kram perut saat haid atau PMS (premenstrual syndrome) memang menyiksa. Namun, kebanyakan tak berbahaya jika terjadi secara tidak konsisten atau jarang.

Apabila kram atau nyeri perut yang dirasakan tiba-tiba berbeda, bisa jadi itu hal yang mengkhawatirkan. Perhatikan setiap perubahan yang Anda alami dan jangan dibiarkan.

Berikut ini beberapa arti kram perut yang perlu  diwaspadai jika mengalaminya.

1. Kram yang menyakitkan dan aliran darah deras

Anda bisa jadi memiliki fibroid rahim. Ini merupakan pertumbuhan sel dari dalam atau luar otot dinding rahim. Penyebabnya masih belum jelas, tapi fibroid sangat umum terjadi terutama pada wanita berusia 30-40 tahunan. Rasa sakit yang dialami dipicu oleh peradangan atau fibroid itu sendiri yang menekan rahim Anda.

2. Rasa sakit yang konstan

Anda mungkin memiliki penyakit radang panggul, infeksi serius rahim, ovarium dan saluran tuba. Penyakit menular seksual yang tidak diobati seperti klamidia atau gonore, keduanya seringkali tidak memiliki gejala dan biasanya menyebabkan radang panggul. Rasa sakit akibat penyakit ini biasanya tidak terlalu tajam atau menusuk, namun sangat tidak nyaman bagi Anda. Dan ketika haid, rasa sakit dari nyeri panggul akan memburuk. Infeksi ini dapat disembuhkan. Tetapi, jika terlalu lama dibiarkan, jaringan parut dapat terbentuk di saluran reproduksi Anda dan mengacaukan kesuburan Anda.

3. Nyeri tajam di satu sisi

Anda mungkin mengalami torsi ovarium. Sebuah torsi ovarium terjadi ketika sesuatu seperti kista menyebabkan ovarium Anda untuk memutar, dan mencekik aliran darah sendiri. Ini dapat menyebabkan rasa sakit yang intens dan butuh perawatan darurat.

Dokter akan melakukan USG dan mendiagnosa torsi kemudian Anda harus mendapatkan operasi kecil atau laparoskopi. Jika ovarium terlihat sudah hitam, maka ovarium perlu dihilangkan.

4. Kram yang menyakitkan dan tidak dapat dihilangkan dengan obat

Anda mungkin memiliki endometriosis, suatu kondisi yang menyebabkan jaringan rahim bermigrasi ke organ lain seperti ovarium dan tuba falopi. Seiring waktu, jaringan pelarian itu akan berkembang menjadi kista jinak. 10 persen wanita memiliki endometriosis dan sebagian besar dari mereka tidak menyadarinya karena menganggap kram yang dialami normal.

Sakit ini bisa sangat mengganggu aktivitas Anda. Selain itu dapat membuat seks menyakitkan.

5. Kram perut setelah pasang alat KB

Anda mungkin akan mengalami kram setelah sebuah alat tembaga IUD atau KB dipasang ke dalam rahim. Dalam tiga bulan pertama, beberapa rasa kram bisa dianggap normal karena tubuh tengah menyesuaikan. Namun, jika ini terus menerus atau setelah tidak ada masalah selama memakai IUD, sebaiknya periksakan ke dokter untuk mengetahui letak atau posisinya. Kemungkinan besar ada sesuatu yang serius.

(sumber : Metrotvnews.com, Jakarta:)