Kintakun-collection.co.id – Stres dapat picu serangan Jantuk dan Stroke ? Apakah Benar ? Orang yang amygdalanya lebih aktif, sangat rentan mengalami serangan jantung. Dijelaskan, amygdala mengirim sinyal ke sumsum tulang untuk menghasilkan lebih banyak sel darah putih.
Stres Berita_wanita_Kintakun_collection | Ini Alasan Kenapa Stres dapat Picu Serangan Jantung dan Stroke
 (Foto: Joycekayhamilton)

Stres adalah sesuatu hal nyata yang tidak bisa dihindari pada saat ini. Bentuk ketegangan yang dialami pada fisik, psikis, emosi maupun mental ini berkaitan dengan penyakit berbahaya.

Sebuah penelitian menyebutkan, stres adalah salah satu pemicu seseorang terkena penyakit jantung dan stroke. Hasil penelitian yang diterbitkan dalam The Lancet menjelaskan, stres dapat memicu amygdala, yaitu komponen utama penghasil emosi pada otak bekerja lebih aktif.

Penulis studi dan Co-Direktur Program the Cardiac MR PET CT Program at Massachusetts General Hospital, Dr. Ahmed Tawakol mengatakan, berpedoman pada amygdala hewan ketika bekerja di atas normal maka dapat mengaktifkan sumsum tulang belakang dan peradangan arteri.

Sebelumnya, para ilmuwan belum bisa memastikan apakah hal yang sama juga terjadi pada manusia. Jika iya, maka orang-orang yang memiliki amygdala paling aktif berisiko tinggi menderita serangan jantung dan stroke.

Berita_wanita_Kintakun_collection | Ini Alasan Kenapa Stres dapat Picu Serangan Jantung dan Stroke
Kemudian, dalam studi tersebut tim peneliti memasang alat Positron Emission Tomography and Computed Tomography Scanning (PET CT scan) ke 293 orang yang tidak memiliki masalah jantung. Hal itu dilakukan untuk mengukur aktifitas otak, sumsum tulang dan peradangan arteri.

Hasilnya, orang yang amygdalanya lebih aktif, sangat rentan mengalami serangan jantung. Dijelaskan, amygdala mengirim sinyal ke sumsum tulang untuk menghasilkan lebih banyak sel darah putih.

Pada akhirnya, kelebihan sel darah putih ini menyebabkan pembuluh darah di arteri menjadi meradang dan kemudian mengakibatkan serangan jantung dan stroke.

Selain itu, Tawakol mengatakan bahwa untuk mengetahui tingkat stres tidak perlu melalui scan otak. Beradasarkan penelitian terpisah, timnya menanyakan 13 orang yang memiliki tingkat stres terkait apa yang mereka rasakan melalui pertanyaan psikologi.

Berita_wanita_Kintakun_collection | Ini Alasan Kenapa Stres dapat Picu Serangan Jantung dan Stroke“Kami menemukan bahwa persepsi mereka tentang stres berkaitan dengan aktivitas di amygdala mereka,” kata Tawakol. Para peneliti juga menemukan seseorang dianggap stres berkaitan dengan tingkat peradangan.

Meskipun begitu, Tawakol menyadari bahwa diperlukan penelitian observasi murni lebih besar untuk membuktikan penelitian ini. Tapi, hasil penelitian ini setidaknya dapat memberikan gambaran baru mengenai hubungan stres dengan penyakit jantung dan stroke.

“Sejauh ini, tampak bahwa hal-hal seperti kesadaran dan pendekatan-pendekatan pengurangan stres lain tampaknya benar-benar baik memadatkan di amygdala, dan mereka tampak bahkan menyebabkan manfaat di area lain dari otak,” kata Tawakol.

“Ketika saya berbicara kepada pasien saya, saya memberitahu mereka bahwa kami belajar bahwa diet, latihan adalah cara untuk mengurangi stres,” kata Tawakol.

“Meskipun itu tidak menarik dan tidak benar-benar menunjukkan teknologi yang terbaik yang kita tawarkan kepada pasien, pada akhirnya itu adalah mungkin saran terbaik.” kata Tawakol.

Sumber:Metrotvnews.com