Kintakun-collection.co.id – Sebuah studi mengungkapkan bahwa konsumsi daging merah hampir setiap hari selama seminggu yang tidak dimasak dapat meningkatkan risiko peradangan pada usus, terutama pada pria.
daging merah Berita_wanita_Kintakun_collection | Konsumsi Daging Merah Tiap Hari Picu Radang Usus?
(Foto: Donaldrussell0)

Sebuah studi mengungkapkan bahwa konsumsi daging merah hampir setiap hari selama seminggu yang tidak dimasak dapat meningkatkan risiko peradangan pada usus, terutama pada pria.

Penemuan yang dipublikasikan secara online dalam jurnal Gut tersebut mengindikasi bahwa level konsumsi tertinggi dari konsumsi daging merah mampu meningkatkan 58 persen risiko terkena diverticulitis. Selain itu, konsumsi setiap hari bisa menaikkan risiko sebesar 18 persen.

Namun, risiko tersebut bisa diturunkan dengan mengganti daging merah dengan daging ikan atau daging unggas. Bahkan penurunan tersebut bisa mencapai 20 persen.

Divertikulitis terjadi ketika kantong kecil atau tonjolan lapisan usus (divertikula) mengalami peradangan.

daging merah Berita_wanita_Kintakun_collection | Konsumsi Daging Merah Tiap Hari Picu Radang Usus?
Tim penelitian meneliti 46.500 pria berusia 40-75 tahun untuk menyoroti dampak dari konsumsi total daging merah. daging unggas, dan daging ikan pada perkembangan usus.

Mereka mengerjakan studi selama tahun 1986-2012 dimana setiap empat tahun para pastisipan ditanyakan seberapa sering mereka mengonsumsi porsi normal dari daing merah (termasuk yang sudah dimasak), daging unggas, dan daging ikan.

Para partisipan diberi sembilan pilihan, dari tidak pernah, kurang dari sebulan sekali, hingga enam kali atau lebih dalam sehari. Selama 26 tahun, sebanyak 764 partisipan terkena diverticulitis.

daging merah Berita_wanita_Kintakun_collection | Konsumsi Daging Merah Tiap Hari Picu Radang Usus?Setelah melihat dan memperhitungkan faktor pengaruh berpotensi lainnya, konsumsi total daging merah memiliki risiko diverticulitis yang cukup besar.

Konsumsi daging merah yang lebih besar ternyata berhubungan dengan adanya bahan kimia penyebab peradangan, seperti protein reaktif C dan feritin, seperti penyebab pada penyakit hati atau stroke dan diabetes.

Suhu yang tinggi saat pemasakan juga menjadi salah satu faktor utama penyebab terjadinya diverticulitis yang memengaruhi komposisi bakterial atau aktivitas peradangan.

“Penemuan  kami memberikan rekomendasi pola makan praktis untuk mengurangi risiko diverticulitis, penyakit umum yang secara ekonomi dan klinis cukup membebankan,” demikian kesimpulan para peneliti.

(Slow-Cooked Roast Beef. Dok. NYTcooking)

sumber:Metrotvnews.com, Jakarta