Kintakun-Collection.co.id- baby Led WeaningPada perkembangan fisik dan motoriknya, umumnya bayi usia 6 bulan telah diperkenalkan pada makanan selain ASI. Di awal perkenalan, bayi akan dilatih tahap demi tahap untuk dibiasakan merasakan aneka rasa makanan berbeda dan tekstur yang bermacam-macam. Mulai dari bentuk bubur cair, puree, bubur saring hingga akhirnya siap menyantap nasi dan makanan padat lainnya.

baby led weaning 1 Berita_wanita_Kintakun_collection | Baby Led Weaning: Mengajari Bayi Makan Makanan Padat Sendiri

Memperkenalkan makanan padat bagi sebagian orang tua di dunia memang diawali dengan tekstur yang sangat lembut. Tetapi, ternyata ada metode memperkenalkan makanan padat yang lain yang diterapkan pada anak yaitu Baby Led Weaning atau BLW. BLW adalah metode MPASI tanpa menyuapi si kecil. Secara garis besar, BLW adalah membiarkan bayi memegang makanannya sendiri dan menyuapkannya ke mulut tanpa bantuan sendok yang disuapkan orang tuanya. 

BLW, Aman Nggak Sih?

Dilansir dari wholesomebabyfood.momtastic.com, metode BLW ini tak sembarangan, Mom. Makanan yang sajikan pun adalah yang telah dimasak hingga empuk dan mudah dicerna bayi. Karena si kecil memegang sendiri makanannya, maka ukurannya pun harus disesuaikan dengan genggaman dan ukuran mulutnya. 

Kapan Saat Yang Tepat Memperkenalkan BLW Ke Bayi?

Bayi sudah bisa diperkenalkan metode BLW sejak usia 6 bulan, saat ia mulai makan MPASI. Di usia 6 bulan, bayi telah dapat menyangga kepala dan berdiri dengan baik, refleks tangan dan lidahnya pun telah berkembang lebih baik untuk menelan dan memegang makanan.

Apa Sih Kelebihan dan Kekurangan BLW?

Metode BLW akan memberikan kesempatan bagi bayi untuk memutuskan apa, kapan dan seberapa banyak makanan yang ingin dimakannya. Selain itu, karena makanan tidak dicampur-campur dan dihaluskan, bayi akan lebih cepat memahami tekstur dan rasa makanan yang berbeda-beda. Selain itu, dengan bentuk dan rasa makanan yang berbeda-beda setiap harinya, tentu akan lebih mengasyikkan dan nikmat bagi bayi yang selalu ingin tahu. Pada beberapa anak, cara ini efektif sekali untuk mengatasi anak yang GTM (gerakan tutup mulut).

Dengan metode yang bebas, BLW tentunya cukup merepotkan bagi orang tua dari segi kebersihan. Bayi, yang sedang asyik-asyiknya mengeksplore apapun yang ada di sekitarnya, akan meraupkan makanan ke rambut, wajah, baju bahkan melempar-lempar makanan ke sana-sini. 

Meskipun begitu, bukan berarti orang tua lepas tangan terhadap acara makan BLW ini. Bayi tetap harus diawasi untuk mencegahnya tersedak. Dalam BLW dikenal istilah Gagging danChokingGagging adalah reaksi normal saat mulutnya terlalu penuh makanan sehingga makanan keluar lagi dari mulut. Sedangkan, choking adalah saat bayi tersedak dan kesulitan bernafas karena makanan masuk ke jalur pernafasan. Bisa dibilang, choking lah yang lebih berbahaya daripada gagging.

Metode BLW memang terbilang baru diterapkan orang tua di Indonesia. Sebelum menerapkannya pada si kecil, kami sarankan untuk berkonsultasi kepada dokter untuk melihat kesiapan motorik si kecil terhadap metode ini.

(sumber : vemale.com)