Kintakun-Collection.co.id- Paling berat bawaan saat mudik biasanya justru bukan baju atau perlengkapan pribadi melainkan oleh-oleh. Biasanya makanan kampung halaman, sampai barang untuk dibagikan. Hasilnya justru membuat barang bawaan di perjalanan mudik menjadi berat dan ribet. Padahal perjalanan mudiklah mudah saat pulang kampung di hari biasa. Kita harus bersaing dan berjubel dengan pemudik lainnya.

mudik Berita_wanita_Kintakun_collection | Tips "Packing" Mudik: Hindari Bawa Oleh-oleh Berlebihan

Mengurangi oleh-oleh untuk perjalanan mudik dan balik lebaran biasanya sulit dijalankan. Salah satu kenikmatan lebaran memang saat membagikan dan menikmati oleh-oleh. Apalagi makanan. Langkah pertama untuk mengatasi masalah ini adalah dengan berfikir dan berhitung lebih logis. Kenyamanan dan keselamatan saat perjalanan adalah yang paling utama. Setidaknya kurangi oleh-oleh yang tidak perlu dan jumlah yang berlebihan.

Zaman sudah maju. Makanan terutama makanan kalengan macam wafer atau kue-kue termasuk minuman botol sudah menyebar ke penjuru wilayah di Indonesia. Ini sebenarnya bisa jadi cara lebih ringan menikmati oleh-oleh saat di kampung halaman. Beli saja makanan dan minuman yang dimaksud saat sampai di kampung halaman. Setidaknya bila sudah sampai di wilayah yang terdekat dengan tempat tujuan. Jadi tidak perlu beli dan bawa dari rumah.

Jika makanan dan minumannya memang unik dan sulit ditemui, bisa juga mengirim melalui jasa pelayanan antar barang. Memang akan menambah biaya tapi akan lebih nyaman. Bawa makanan dan minuman perlu hanya untuk konsumsi dan kebutuhan saat diperjalanan. Misalnya air putih, cemilan, atau makanan yang tahan lama untuk keselamatan di perjalanan.

Beberapa tips mempersiapkan barang bawaan untuk mudik dan balik lebaran:

1. Baju bagus dan baru sudah menjadi bagian dari hari raya kemenangan. Apa iya lebaran pakai baju biasa, kaus kumal dan lecek, dan sandal jepit. Rasanya nggak lebaran banget deh. Ini juga barang yang susah-susah gampang untuk di-packing.  Jalan tengahnya jangan bawa terlalu banyak.

Cukup satu atau dua potong baju bagus dan baru untuk hari pertama dan kedua lebaran. Selebihnya cukup saja baju rapi jadi melipatnya juga lebih mudah. Untuk berkeliling ke tetangga dan kerabat di kampung halaman cukup memakai pakaian standar rapi saja. Terpenting bersih dan tidak kumal.

Pentingnya dalam berpakaian saat mudik adalah meminimalisir pemikiran bahwa pakaian bagus dan mahal adalah bagian dari eksistensi kesuksesan di perantauan. Bukan hanya baju, kadang sampai memakai perhiasan berlebihan.  Tidak perlu sampai seberat itu. Pulang kampung adalah silaturahmi bukan ajang pamer.

2. Sama dengan packing untuk perjalanan lainnya, hindari membawa tas atau koper yang perintilan. Usahakan masukan semua barang bawaan dalam 1 atau 2 tas atau koper sekaligus. Ini penting agar mudah saat dibawa di perjalanan. Pisahkan mana barang bawaan untuk keperluan di perjalanan seperti 1 atau 2 baju ganti, makanan dan minuman. Satu lagi tas atau koper untuk barang bawaan keperluan saat sampai di tujuan.

Bukan hanya  demi kenyamanan tetapi juga demi alasan keselamatan. Membongkar barang bawaan ditengah perjalanan juga rawan akan tindakan kriminal seperti penodongan atau pencurian. Termasuk lupa atau barang tercecer.

3. Terakhir, tips ini mungkin akan sedikit mahal tapi sangat membantu kenyamanan. Lebih baik membeli barang kebutuhan di tempat tujuan bila memungkinkan. Misalnya sabun, shampo, atau  susu buat anak-anak. Barang-barang ini akan memberatkan barang bawaan di perjalanan dan memakan ruang di tas atau koper.

Termasuk beberapa kebutuhan yang dipastikan ada di rumah misalnya handuk, sarung, dan barang keseharian lainnya. Keluarga di kampung halaman juga rasanya tidak berkeberatan menyediakan barang-barang ini untuk tamu lebaran.

Beberapa tips mempersiapkan barang bawaan untuk mudik dan balik lebaran:

1. Baju bagus dan baru sudah menjadi bagian dari hari raya kemenangan. Apa iya lebaran pakai baju biasa, kaus kumal dan lecek, dan sandal jepit. Rasanya nggak lebaran banget deh. Ini juga barang yang susah-susah gampang untuk di-packing.  Jalan tengahnya jangan bawa terlalu banyak.

Cukup satu atau dua potong baju bagus dan baru untuk hari pertama dan kedua lebaran. Selebihnya cukup saja baju rapi jadi melipatnya juga lebih mudah. Untuk berkeliling ke tetangga dan kerabat di kampung halaman cukup memakai pakaian standar rapi saja. Terpenting bersih dan tidak kumal.

Pentingnya dalam berpakaian saat mudik adalah meminimalisir pemikiran bahwa pakaian bagus dan mahal adalah bagian dari eksistensi kesuksesan di perantauan. Bukan hanya baju, kadang sampai memakai perhiasan berlebihan.  Tidak perlu sampai seberat itu. Pulang kampung adalah silaturahmi bukan ajang pamer.

2. Sama dengan packing untuk perjalanan lainnya, hindari membawa tas atau koper yang perintilan. Usahakan masukan semua barang bawaan dalam 1 atau 2 tas atau koper sekaligus. Ini penting agar mudah saat dibawa di perjalanan. Pisahkan mana barang bawaan untuk keperluan di perjalanan seperti 1 atau 2 baju ganti, makanan dan minuman. Satu lagi tas atau koper untuk barang bawaan keperluan saat sampai di tujuan.

Bukan hanya  demi kenyamanan tetapi juga demi alasan keselamatan. Membongkar barang bawaan ditengah perjalanan juga rawan akan tindakan kriminal seperti penodongan atau pencurian. Termasuk lupa atau barang tercecer.

3. Terakhir, tips ini mungkin akan sedikit mahal tapi sangat membantu kenyamanan. Lebih baik membeli barang kebutuhan di tempat tujuan bila memungkinkan. Misalnya sabun, shampo, atau  susu buat anak-anak. Barang-barang ini akan memberatkan barang bawaan di perjalanan dan memakan ruang di tas atau koper.

Termasuk beberapa kebutuhan yang dipastikan ada di rumah misalnya handuk, sarung, dan barang keseharian lainnya. Keluarga di kampung halaman juga rasanya tidak berkeberatan menyediakan barang-barang ini untuk tamu lebaran.

(sumber : http://travel.kompas.com/)