Kintakun-Collection.co.id- LGBT ( Lesbian, Gay, Biseks, Transgender) merupakan kelainan yang meresahkan dalam masyarakat. Tidak hanya perilakunya yang menyimpang di masyarakat, LGBT juga menyimpan banyak masalah kesehatan dikemudian hari. Hal ini sangat mengkhawatirkan bagi kalangan anak-anak sebagai penerus. Tentu kita tidak ingin anak-anak tertular atau terjangkiti oleh kelainan ini. 

LGBT 1 Berita_wanita_Kintakun_collection | Lindungi Anak Dari Bahaya LGBT dengan 4 Cara Ini

Oleh karena itu, kita harus menanamkan perilaku yang baik dan normal sesuai kodratnya pada anak. Rasulullah sendiri telah mengajarkan kepada kita bagaimana mendidik anak agar anak berkembang sebagaimana kodratnya, laki-laki berperilaku laki-laki dan wanita berperilaku selayaknya wanita. Pendidikan ini tentunya dimulai sedini mungkin pada anak. Berikut 4 cara yang bisa dilakukan untuk melindungi Anak dari bahaya LGBT.
1. Memisahkan Tempat Tidur Anak
 
Anak mulai diajarkan untuk mandiri saat berusia 7-10 tahun. Mengajarkannya untuk sholat secara tertib dan mulai memisahkan tempat tidur mereka. Beri kamar khusus pada anak laki-laki dan anak perempuan. Anak akan mulai belajar mandiri untuk berani tidur sendiri. Latihlah secara-perlahan-lahan hingga anak-anak benar-benar mandiri. Hal ini sesuai dengan yang diajarkan Rasulullah dalam sebuah hadits, 
“Suruhlah anak-anak kalian untuk shalat bila mereka telah berumur 7 tahun. Pukullah mereka karena tidak shalat bila telah berumur 10 tahun. Pisahkanlah mereka dari tempat tidur kalian.” (HR. Ibnu Abi Syaibah, Abu Daud, Ad-Daruquthni, Al-Hakim, baihaqi, dan Ahmad)
2. Ajarkan Permainan Sesuai Gender
Dunia anak adalah dunia bermain. Oleh sebab itu, sejak anak dalam usia bermain, ajarkan permainan yang memang sesuai dengan gendernya. Anak laki-laki bermain robot-robotan, perang-perangan, mobil-mobilan adalah hal yang wajar. Sedangkan perempuan, wajar saat bermain masak-memasak, boneka, dan sejenisnya. Bahkan dalam hadits Rasulullah telah memberikan panduannya :
Ajarilah anak-anak (laki-laki) kalian berkuda, berenang dan memanah” (Riwayat Sahih Bukhari/Muslim)
Dari Aisyah R.A “Aku biasa bermain-main dengan anak-anakan perempuan (boneka perempuan) di sisi Rasulullah SAW dan kawan-kawanku datang kepadaku, kemudian mereka menyembunyikan boneka-boneka tersebut karena takut kepada Rasulullah SAW tetapi Rasulullah SAW malah senang dengan kedatangan kawan-kawanku itu, kemudian mereka bermain-main bersama aku.” (Riwayat Bukhari dan Muslim)
3. Ajarkan Untuk Menutup Aurat
Anak kecil memang belum diwajibkan untuk menutup aurat hingga mereka dewasa (baligh). Namun, mulai memahamkan dan membiasakan pada anak untuk mengetahui batasan auratnya dan menutupnya tentu perlu dilakukan. Kebiasaan yang ditanamkan sejak usia dini akan lebih mengakar kuat dikemudian hari. Hal ini dicontohkan oleh Rasulullah kepada keluarga beliau :
“Hai Asma, sesungguhnya perempuan itu apabila telah sampai umur/dewasa, maka tidak patut menampakkan sesuatu dari dirinya melainkan ini dan ini. Rasulullah berkata sambil menunjukkan kepada muka dan telapak tangan hingga peregelangannya sendiri.” (HR. Abu Dawud dan Aisyah)
4. Pahamkan Anak Kodrat Laki-laki dan Perempuan
Laki-laki dan perempuan memiliki bentuk fisik yang berbeda, suara yang berbeda, rambut yang berbeda dan penampilan yang berbeda. Pahamkan pada anak bahwa laki-laki dan perempuan itu berbeda. Laki-laki tidak boleh menyerupai perempuan dan perempuan tidak boleh menyerupai laki-laki. 
Hal ini untuk menjaga kodratnya sebagai laki-laki dan perempuan. Seperti yang dicontohkan oleh Rasulullah dari Ibnu ‘Abbas, ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melaknat laki-laki yang menyerupai wanita dan wanita yang menyerupai laki-laki” (HR. Bukhari no. 5885).
LGBT adalah kelainan dan penyakit yang harus disembuhkan bukan dilegalkan. Setiap penyakit tentu ada obatnya, begitu juga LGBT. Menurut dr.Fidiansyah Sp.KJ, MPH, LGBT bisa disembukan melalui pendekatan 4 aspek yaitu biologi, psikologi, kognitif, dan modifikasi perilaku sosial lingkungan. Sebagai orang tua, kita harus berperan aktif mencegah merebaknya kelainan ini dengan menanamkan dan membiasakan hal-hal yang benar sesuai kodratnya pada anak sejak dini.