Kintakun-Collection.co.id- Pada perayaan Tahun Baru Imlek, kita disuguhi oleh dekorasi yang didominasi oleh warna merah dan emas. Salah satu identitas Imlek adalah perayaan semarak, seperti shio, lampion, barongsai, angpau, petasan, kembang api, serta warna yang serba merah dan emas. 

imlek 1 Berita_wanita_Kintakun_collection | Makna Merah dan Emas pada Semarak Imlek

Elemen merah dan emas banyak ditemukan pada dekorasi meja dan dinding. Dirangkum oleh CNN dari berbagai sumber, warna merah atau warna hong dalam bahasa Tiongkok, adalah warna yang dipilih oleh masyarakat Tiongkok. 

Orang-orang Tiongkok sudah menggunakan warna cemerlang selama lebih dari 2000 tahun. Saat ini, pada tradisi Tiongkok modern, merah jadi warna populer. 

Dalam tradisi Tiongkok, terdapat lima elemen penting, yakni air, api, kayu, logam, dan tanah. Jika sesuai dengan urutan, warna yang mewakili kelima elemen tersebut secara berurutan adalah, hitam, merah, biru-hijau, dan kuning.

Orang Tiongkok kuno punya keyakinan bahwa lima elemen tersebut yang membuat segala sesuatu di alam raya. Warna, dalam budaya Tiongkok mengacu pada berbagai warna yang dianggap menguntungkan atau tidak menguntungkan. 

Orang-orang Tionghoa memahami warna datang secara alami. Seperti, warna merah yang sesuai dengan api. Merah melambangkan keberuntungan dan sukacita. Baik masyarakat Tiongkok kuno, ataupun modern, mereka sepakat untuk menghargai warna merah. 

Merah dan tradisi Imlek 

Merah adalah warna selama Tahun Baru China atau Imlek, serta hari libur lainnya. Sebuah amplop berwarna merah juga jadi tradisi masyarakat Tiongkok selama acara khusus atau saat liburan.

Merah dianggap pula sebagai paket pembawa keberuntungan. Merah juga warna yang dilarang di pemakaman, sebab merah adalah simbol dari kebahagiaan. 

Itu sebabnya, kita bisa menyaksikan hiasan-hiasan berwarna merah seperti lampion yang memenuhi kawasan kediaman masyarakat Tionghoa saat menyambut Tahun Baru. Itu menunjukkan, perayaan Imlek disambut cukup meriah. 

Hiasan di dalam rumah, gantungan-gantungan, serta daun pintu rumah juga akan disemarakkan dengan warna merah untuk menyambut kedatangan tamu. 

Hiasan bunga-bunga berona merah mewujudkan semangat kebahagiaan. Sejak zaman dahulu, nenek moyang berpesan agar orang-orang desa di Tiongkok menggantungkan kertas berwarna merah di pintu-pintu dan dinding rumah menjelang tahun baru. 

Mereka khawatir Nian atau raksasa akan mengganas di desa tersebut. Merah sangat ditakuti Nian. Warna ini dianggap mampu menghalau makhluk tersebut. 

Kuning warna para kaisar 

Selain merah, warna sakral lain yang hadir pada perayaan Imlek adalah kuning atau emas. Kuning dianggap sebagai warna paling indah. ‘Kuning menghasilkan Yin dan Yang’, demikian bunyi pepatah kuno Tiongkok. Itu berarti kuning adalah pusat dari segala hal. 

Warna dalam tradisi rakyat Tiongkok mewujudkan budaya yang kaya. Misalnya warna kuning yang merupakan warna untuk kaisar. Kuning menandakan netralitas dan keberuntungan. Kuning sering dipasangkan dengan warna merah sebagai ganti warna emas. 

Kuning adalah warna Kekaisaran Tiongkok. Warna ini kerap menghias istana kerajaan, altar, dan kuil-kuil. Dia menghiasi istana kerajaan, altar, dan kuil-kuil, serta digunakan dalam jubah dan pakaian para kaisar.

(sumber : http://www.cnnindonesia.com/)