Kintakun-Collection.co.id- Bagi pasangan yang sudah menikah, berhubungan intim telah menjadi salah satu aktivitas yang biasa dilakukan. Tapi, jika istri sedang hamil muda, boleh dan amankah untuk tetap melakukan hubungan intim? Apakah bayi dalam kandungan akan baik-baik saja saat ibu melakukan hubungan intim? Tidakkah hubungan intim membahayakan kesehatan dan kekuatan janin? Pertanyaan seperti ini rupanya banyak ditanyakan oleh pasangan muda yang baru menikah dan sang istri sedang hamil muda.

Oke-oke, informasi ini bisa jadi akan menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas. Kita pun tak perlu merasa was-was atau takut untuk melakukan hubungan intim ketika hamil muda. Dikutip dari laman WebMD.com, berhubungan intim di saat hamil muda masih boleh dilakukan dan akan tetap menjadi suatu aktivitas yang aman bayi janin maupun ibu. Tentunya, selama aktivitas berhubungan intim itu dilakukan dengan pelan dan hati-hati.

hamil muda Berita_wanita_Kintakun_collection | Saat Hamil Muda Amankah Melakukan Hubungan Intim?

Monica Foreman, seorang ahli kehamilan mengungkapkan bahwa hubungan intim di trisemester pertama kehamilan boleh dilakukan. Hanya saja, mungkin aktivitas ini tak akan seindah atau senikmat sebelum sang istri hamil. Di awal kehamilan biasanya seseorang wanita akan kurang bergairah dalam bercinta. Bukan hanya itu saja, di awal kehamilan, seorang wanita juga akan mudah lelah, merasa mual atau badannya akan sakit semua. Kerja hormon dalam tubuh lah yang dikatakan sebagai penyebab akan kondisi ini.

Menurut Monica, 

kalau pun ada perasaan ragu atau was-was untuk melakukan hubungan intim, mungkin saja hal ini terjadi karena istri sering merasa mual dan kondisinya lemah. Jika memang kondisi istri lemah, sebaiknya hubungan intim dihindari dulu. Tapi, jika kondisi istri baik-baik saja, berhubungan intim tetap boleh dilakukan. Pada dasarnya, janin yang ada di dalam kandungan telah dilindungi dengan sangat baik dan kuat. Bayi di dalam rahim dilindungi oleh dinding rahim dan lapisan-lapisan lain di dalamnya seperti selaput ketuban atau plasenta. Dengan perlindungan ini, dikatakan bayi akan tetap aman saat sang ibu melakukan hubungan intim. 

 Hanya saja, ada beberapa hal yang harus tetap diperhatikan sebelum melakukan hubungan intim. Pastikan bahwa ibu tidak pernah mengalami keguguran, selama kehamilan ibu tidak mengalami kram perut, tidak ada riwayat pendarahan di daerah organ intim atau leher rahim, plasenta tidak menutupi serviks dan ibu sehat serta tidak ada masalah kesehatan apapun di tubuhnya. Tetap ingat, untuk keamanan bayi di kandungan dan kenyamanan bersama pasangan, konsultasikan hal ini dengan dokter atau ahlinya. Semoga informasi ini bermanfaat ya.