kintakun-collection.co.id-Tidak semua orang mengenal gayatri. Gadis yang menutup usia pada umur 19 tahun ini bukanlah gadis biasa, gadis asal ambon, maluku yang diketahui sebagai duta ASEAN memang merupakan gadis Poligot (menguasai berbagai bahasa). Pada tahun 2012 ia di angkat menjadi duta ASEAN bagi anak-anak, sedangkan di tahun 2013 gayatri menjadi duta bagi Indonesia Di Konferensi Internasional di Kathmandu,Nepal.  disana Gayatri dengan lantang menyuarakan hak-hak bangsaIndonesia untuk anak-anak.

2 Berita_wanita_Kintakun_collection | Gadis Luar biasa Pengharum nama bangsa kini telah tiadaKemampuan nya menguasai 14 bahasa lah yang mengantar nya ke Thailand untuk menjadi duta Asean. Ketertarikan gayatri pada dunia linguistik dimulai sejak ia berusia 6 tahundan duduk dibangku sekolah dasar. Pada usia nya itu Gayatri sudah menguasai 6 bahasa secara otodidak. Sebelum menutup usia karena pendarahan di otak, gayatri sudah menguasai 14 bahasa, Perancis, jepang, korea, spanyol dan Inggris pun fasih ia gunakan.

Pada waktu luang gayatri sering mengisi nya dengan bermain biola, membuat puisi dan aktif dalam teater. Siapa yang menyangka bakat luar biasa ini di miliki oleh seorang anak dari pedagang kaligrafi pinggir jalan. Dia adalah anak ke 2 dari 3 bersaudara dari pasangan Dedi darwis walissa dan Nurul ida wati.

3 Berita_wanita_Kintakun_collection | Gadis Luar biasa Pengharum nama bangsa kini telah tiadaGayatri mulai mendunia setelah berhasil masuk seleksi untuk menjadi duta anak, mulai dari tingkat provinsi hingga tingkat nasional. Dari situ, dia mengikuti seleksi kepribadian hingga kemampuan intelektual. Dia lantas masuk 10 besar dari ribuan siswa yang ikut seleksi sebelum terpilih mengikuti seleksi mewakili Indonesia menjadi Duta ASEAN untuk anak tahun 2012-2013.

Gayatri kemudian terpilih mewakili Indonesia ke tingkat ASEAN dan mengikuti pertemuan anak di Thailand dalam Convention on the Right of the Child (CRC) atau Konvensi Hak-Hak Anak tingkat ASEAN. Dalam forum ASEAN ini, Gayatri mendapat tempat terhormat dan mendapat julukan ‘doktor’ karena kemampuan 11 bahasa asing yang dikuasainya itu.

Gadis ini juga bercita-cita menjadi duta besar Republik Indonesia. Namun kini, impiannya itu tak bisa diraih. Dia menghembuskan napas terakhirnya pada Kamis 23 Oktober malam di RS Abdi Waluyo, Menteng, Jakarta. Jasad Gayatri kemudian dibawa ke RSPAD Gatot Subroto untuk divisum.

4 Berita_wanita_Kintakun_collection | Gadis Luar biasa Pengharum nama bangsa kini telah tiadaTerimakasih Gayatri telah mengharumkan nama bangsa ini, selamat jalan dan tenang di pangkuan ilahi. Semoga para generasi muda dapat mencontoh perjuangan Gayatri.

(sumber : newsliputan6.com)