Kintakun-collection.co.id – Apakah gLadies ingin mendapatkan chemistry wisata yang luar biasa? Mungkin tidak ada salahnya berwisata ke Pulau Natuna yang dikelilingi oleh lautan lepas.  Terutama wisata pantainya. Di sekitar bibir pantai, terhampar batuan-batuan besar yang kokoh menghadap laut. Aneka terumbu karang juga banyak dijumpai di pesisir pantainya. Meski untuk mencapi lokasi ini, butuh waktu setidaknya 2 hari dari dermaga di Tanjung Pinang.

Selain destinasi pantai, Natuna memiliki sejumlah obyek wisata lain yang tak kalah apiknya. Sebut saja, ada masjid agung yang kubahnya menyerupai kubah masjid Taj Mahal, di India. Bisa dibilang pula, masjid ini menjadi simbol dari kota Ranai, kota terbesar di Natuna.

Kintakun - Masjid Agung Natuna Berita_wanita_Kintakun_collection | Eloknya Pulau Natuna, Pulau Terdepan Indonesia

Masjid Agung Kota Ranai

Lain masjid, lain pula dengan museum Sri Serindit. Itu merupakan tempat koleksi aneka barang bersejarah. Seperti kumpulan harta benda hasil temuan masyarakat setempat pada seonggok kapal bekas Perang Dunia II yang tenggelam di dasar laut. Harta benda tersebut, dikumpulkan lalu dijadikan koleksi di museum ini. Cukup menarik dan mengesankan bila gLadies kesana. Sembari menikmati keindahan obyek wisata pantai, gLadies pun bisa membaur dengan hal-hal yang bersifat historis. Semua tersaji demi memuaskan dahaga para pecinta sejarah dan alam pantai.

Kintakun - Museum-Sri-Serindit-Natuna Berita_wanita_Kintakun_collection | Eloknya Pulau Natuna, Pulau Terdepan Indonesia

Museum Sri Serindit

Bila gLadies puas dengan berpetualang di Pulau Natuna Besar, perjalanan bisa gLadies alihkan menuju Pulau Sedanau. Pulau ini bisa ditempuh dengan menumpang kapal penyeberangan di sebuah dermaga di Pulau Natuna Besar. Tarif untuk sekali penyeberangan, sekitar Rp36.000/penumpang. Durasi waktu penyeberangan berkisar 30 menit menuju Pulau Sedanau.

Kintakun - Pulau Sedanau Natuna Berita_wanita_Kintakun_collection | Eloknya Pulau Natuna, Pulau Terdepan Indonesia

Pulau Sedanau, Natuna

Setiba di Sedanau, hamparan pasir putih, masih tetap gLadies jumpai. Tak jauh dari dermaga, mata gLadies bisa menatap sebuah hunian masyarakat setempat yang tertata apik. Meskipun, rumah-rumah mereka terbuat dari kayu, namun penataannya mengundang daya tarik tersendiri. Sesekali gLadies bisa berbaur dengan warga. Dengan begitu, maka kehadiran gLadies pun akan terasa spesial.

(Sumber: Metawisata.com)