Kintakun-collection.co.idStretch marks adalah garis kulit yang menyerupai guratan berwarna putih melintang dengan panjang variatif, mulai dari beberapa milimeter hingga belasan sentimeter pada perut, bokong, payudara, lengan, dan pinggul.

Kehadiran stretch marks biasanya terjadi pada wanita pasca melahirkan oleh karena perubahan hormon. Selain itu, diet yang menyebabkan berat badan cenderung flktuatif juga bisa menyisakan guratan kulit yang menyerupai kulit jeruk tersebut.

Selain perubahan hormon, stretch marks juga disebabkan oleh adanya peregangan di bagian lapisan epidermis yang berlebihan dalam jangka waktu lama.

Kehadiran stretch marks merupakan “mimpi buruk” untuk sejumlah wanita. Sebab, tak hanya mengganggu penampilan tapi juga sulit untuk dihilangkan. Memang benar bahwa dewasa ini banyak perawatan kulit dan produk kecantikan yang menawarkan manfaat untuk menghilangkan dan meredakan stretch marks. Namun, apakah dua hal ini benar-benar efektif, gLadies?

Menurut Drs Yvonne Bohn, salah satu rekan penulis buku The Mommy Doc’s Ultimate Guide to Pregnancy and Birth, mengatakan bahwa tidak ada krim kulit yang mampu mencegah timbulnya stretch marks. Sebab, hampir pasti wanita selalu mengalami perubahan hormon yang berpengaruh pada kulit dan tubuh mereka.

Stretch marks berkaitan pada kolagen wanita dan seberapa baik kekuatan kulit mereka,” terang Dr Bohn.

Kondisi kulit alamiah merupakan hal yang genetis. Jadi, gLadies harus tahu dulu bagaimana kondisi kulit keluarga gLadies secara turun temurun.

Salah satu krim yang diklaim cukup ampuh dalam mencegah timbulnya stretch marks adalah krim yang mengandung cocoa butter. Namun, krim ini pun tidak dapat meresap hingga lapisan terdalam kulit. Jadi, tidak bisa “menangkis” kemungkinan mengalami stretch marks.

“Terlalu banyak memulas cocoa butter pada area perut, bisa menyebabkan iritasi dan alergi terhadap ibu hamil,” ujarnya.

(Sumber: CBS News, Kompas.com)