Kintakun-collection.co.id – Tanggal 3 Oktober 1990, Jerman secara resmi bersatu. Sejak itu, 3 Oktober dirayakan sebagai Hari Penyatuan Jerman. Negeri Eropa itu sempat terpecah menjadi dua selama 45 tahun.

Saat perbatasan antara Jerman Barat dan Timur dibuka tahun 1989, berduyun-duyun warga Jerman Timur pindah ke Jerman Barat. Akhirnya mereka menikmati kehidupan bebas. Tamasya dan berbelanja, sesuatu yang tidakk ada di Jerman Timur, sekarang bisa mereka lakukan. Antara tahun 1961 sampai 1989, warga yang tinggal di Jerman bagian Timur hidup layaknya terkurung. Mereka terpenjara di zona bekas pendudukan Uni Soviet yang dibentuk setelah Perang Dunia ke II. Melarikan diri adalah hal yang mustahil. Mereka harus hidup dengan paham sosialis di Jerman Timur. Akan tetapi percobaan politik itu gagal di akhir 1980-an.

Menurut The History Channel, pada akhir Perang Dunia Kedua, Jerman dikuasai empat kekuatan Sekutu, yaitu Amerika Serikat, Inggris, Perancis, dan Soviet. Pada 1949, negara komunis itu menguasai bagian timur Jerman dengan mendirikan negara Repubik Demokratik Jerman.  Tidak mau kalah, pada tahun yang sama, Amerika Serikat bersama Inggris dan Perancis membentuk Republik Federal Jerman, yang dikenal dengan sebutan Jerman Barat.

Pecahnya kedua Jerman itu menjadi simbol era Perang Dingin antara kekuatan Barat dengan Komunis Soviet. Sebagai pembatas, dibangunlah Tembok Berlin yang memisahkan Jerman Barat dan Jerman Timur.  Empat dekade kemudian, tepatnya awal Oktober 1990, hampir satu juta warga Jerman dari Barat dan Timur berkumpul di Tembok Berlin, tepatnya di kawasan Reichstag. Mereka menghendaki bersatunya kembali Jerman.  Tembok Berlin pun mulai mereka hancurkan pada 9 November 1989. Pada tahun yang sama, rezim komunis di Jerman Timur runtuh. Peristiwa itu kian mendorong rakyat dari kedua Jerman untuk kembali bersatu.  Maka, tepat pada dini hari 3 Oktober 1990, Lonceng Kebebasan akhirnya dibunyikan, pertanda keinginan rakyat kedua Jerman terkabul. Penyatuan kembali Jerman itu sekaligus menjadi simbol berakhirnya era Perang Dingin. (MH/VIV)